10 September 2009

Untuk ayah terbaik di dunia

2001 - 2009



Masa ketika aku memerangi diriku terhadap keegoisan, kemunafikan, memahami org lain, yang menghantarkan aku menjadi manusia yg lebih baik. Bagi sebagian orang mungkin aku hanya dipandang sebelah mata, dianggap merusak pemandangan, ataupun seonggok daging bertulang seperti biasanya. Biarlah mereka berpikir seperti itu, karena itu yang kubutuhkan untuk memposisikan keteguhan hatiku. Terlebih dengan segala kekurangan yang ada.


Banyak yang tidak mengerti, kadang mengeluh, hingga terkapar tak berdaya ketika mulut2 tajam menyentuh relung terdalam, tapi kutetap berpijak pada yang kuasa untuk menguatkan hatiku. Hingga akhirnya cibiran itu kini terdengar seperti hembusan angin yang membawa berita baik. "Tetaplah jadi gadisku" ayah berkata kepadaku. Dan itu semakin menguatkan aku menghadapi hantaman2 keras kehidupan.


Masa2 tahun itu adalah yang terberat bagi anakmu ini,tp dengan petuah, semangat dan kata bijakmu, aku mampu tersenyum. Makasi yah buat segalanya. Makasi karena sudah jadi yang terbaik n selalu jadi yang terbaik dalam hari2ku.
Ayah adalah ayah terbaik diseluruh negeri.

29 Agustus 2009

Rumah Singgah Gue

Gue bukan tipe anak rumahan yang selalu ada dirumah setiap saat, malah terkadang rumah hanya gue gunakan untuk tidur ketika malam hari. Ya.. walau tidak setiap hari gue pergi keluar rumah, tapi cukup menuai protes keras dari pihak keluarga. Agak lucu memang diusia gue yang hamper kepala 2 ini masih saja diperlakukanseperti anak kecil. Tapi gue anggap itu masih wajar, karena gak sampai ngelarang gue ini dan itu.

Adakala nya pula gue menghabiskan hari-hari guedirumah seharian dan tempat kesukaan gue adalahkamar tidur gue”. Gue bisa menghabiskan waktu berjam-jam didalamnya dengan berbagai ritual-ritual dikamar, seperti menulis, bahkan tanpa menlakukan kegiatan apapun gue sanggup berlama-lama diruangan yang pengap itu. Kamar gue gak bagus, gak pula rapih, tapi justru gue suka. Dan anehnya lagi, nyokap masih juga protes sama kebiasaan gue ngurung diri.

Gue juga suka menulis. Sangat suka. Walau tulisan gue gak bagus, tapi untuk gue nikmatin sendiri saja sudah cukup. Gue biasa menulis disaat orang tengah tertidur pulas dan merangkul bunga-bunga tidur. Inspirasi lebih banyak datang dan gue merasa lebih mendapatkan ketenangan ketika menulis malam hari. Gue bukan orang yang mudah bercerita kepada orang lain, curhat istilahnya, karena gue termasuk orang yang tertutup. Ditambah pengalaman pahit ketika sahabat gue dari SMP yang gue percaya untuk memegang rahasia-rahasia keluarga gue, ternyata membeberkan semuanya kepada teman-teman yang lain. Sejak saat itu, gue gak mau lagi cerita sama orang lain, sekalipun sahabat, apalagi mengenai keluarga.

Itulah kenapa gue menamakan blog gue iniRumah Singgah Intana”, ini semacam rumah kedua gue saat gue gak ada dirumah. Gue yang suka mengurung diri dikamar sambil nulis dan hobi pergi-pergian tapi tetap bisa merasa sedang berada dirumah. Gue bisamelakukan berbagai kegiatan seperti yang biasa dilakukan dikamar gue itu.Gak ada batasan, bebas berekspresi, dan nyaman. Dan yang pasti gue bisa nulis. Masih bingung sih gue mau nulis apa. mau digimanain ni blog. ya... gue berusaha sebaik mungkin lah.


Salam perkenalan dari gue. –Intana